topbella

Rabu, 31 Oktober 2012

Sampah Organik & Anorganik



NAMA              :Merna Maharani
NO                  :22
KELAS           :XI IPS-1


                           SAMPAH ORGANIK & NON ORGANIK


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

1    1.)  Sampah Organik  (dapat diuraikan)
yaitu: Sampah yang berasal dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
                                                Sampah organik dibagi dua yaitu :
v  Sampah organik basah.
                         Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.

v  Sampah organik kering.
                           Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.

  2.) Sampah Anorganik (tidak dapat diuraikan)
                 yaitu: Sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.

Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.



 PENGOLAHAN SAMPAH

  1. Pemilahan yaitu, memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda.



2.Pengolahan dengan menerapkan konsep 3R yaitu:
                             a)    Reuse (penggunaan kembali)
                                              yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih       memungkinkan untuk dipakai [penggunaan kembali botol-botol bekas].

b)    Reduce (pengurangan)
       yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.

c)    Recycle (daur ulang)
    yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna.

2  3.    Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam lingkup sekolah, dikumpulkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA).


CARA MENGOLAH SAMPAH ORGANIK
          Untuk Pupuk Kompos
Ø  Bahan:
1. Jerami kering, daun-daun kering, sekam, serbuk gergaji, atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian).
2. Kompos yang sudah jadi (2 bagian).
3. Dedak 1 bagian.
4. Dectro disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan).
5. Air disesuaikan dengan dosis (20 liter).

Ø  Cara Membuat
1. Cacah atu giling bahan baku kompos hingga agak halus, lalu campurkan dengan    dedak dan kompos yang sudah jadi.
2. Larutkan Dectro ke dalam air.
3. Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kadar airnya mencapai 45-50%.
4. Tumpuk campuran bahan baku tersebut di atas ubin yang kering dengan ketinggian 30-35 cm, lalu tutup menggunakan karung goni.
5. Pertahankan temperatur 40-600 C.
6. Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.


CARA MENGOLAH SAMPAH ANORGANIK

1)    Sampah Kertas
           Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah lainnya. Entah selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak, minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan pengolahan tingkat lanjut.
 Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.



2)    Sampah Kaleng
         Banyak sekali kemasan kaleng yang digunakan untuk barang-barang keperluan sehari-hari. Sementara sumber daya tambang tidak dapat diperbaharui, jika bisa pun butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk membentuknya. Suatu saat bahan tambang tersebut akan habis dieksplorasi. Oleh karena itu, akan bijak jika kita ikut andil dalam gerakan menyukseskan daur ulang. Kaleng baja 100% dapat didaur ulang karena siklus hidupnya tidak akan pernah berakhir.Perlakuan kaleng bekas tergantung jenis kegunaan wadahnya. Kaleng bekas wadah makanan memiliki tutup yang cenderung tajam, sebaiknya bagian itu dimasukkan ke arah dalam, lalu digepengkan untuk menghemat ruang di tempat sampah. Kaleng cat harus dibersihkan dari sisa-sisa catnya dengan kertas koran dan biarkan kering, kemudian digepengkan. Kertas kaleng minyak goreng juga begitu. Kaleng yang mengandung aerosol, seperti parfum dan cat semprot harus ditangani hati-hati, jangan ditusuk atau digepengkan. Untuk kaleng drum bisa dimanfaatkan sebagai tempat sampah atau pot.



3)    Sampah Botol
                     Botol beling memiliki nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika sudah tidak utuh akan didaur ulang lagi bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Harga sampah botol bekas minuman lebih rendah karena bentuknya khusus sehingga pembelinya terbatas perusahaan minuman itu. Botol kecap lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas dengan botol itu. Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu sebagai pencuci botol.



4)    Sampah Plastik

   Saat ini sudah banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar sampah plastik seperti tas, dompet, cover meja, dan tempat tisu.







            
5)    Sampah B3 (Limbah Berbahaya dan Beracun)
              Limbah B3 ternyata bisa menghasilkan uang. Cairan cuci cetak film (fixer), bisa menghasilkan perak murni. Memang diperlukan pengetahuan proses kimia yang memadai karena melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun.

6)    Sampah Kain
               Sampah kain bisa digunakan untuk cuci motor atau sebagai bahan baku kerajinan. Pakaian yang sudah tidak terpakai, tapi masih layak pakai bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan, atau dijual dengan harga miring. Sisa kain atau kain perca juga dimanfaatkan untuk banyak aplikasi bisa selimut, sandal,asesoris,tutup dispenser, magic jar, dan lainnya.






 Ø  Misalnya untuk Kerajinan Tangan

Bahan :
1.    Kaleng bekas
2.    Cat minyak warna putih
3.    Cat minyak warna-warni
4.    Kuas untuk melukis
5.    Pensil

Cara Membuat :
1.    Bersihkan kaleng terlebih dahulu, kemudian netralkan warna bagian luar kaleng dengan cat minyak warna putih, untuk mempermudah membuat pola gambar.
2.     Lalu keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.
3.    Setelah cat kering, buatlah gambar di permukaan kaleng dengan pensil sesuai dengan kreatifitas Anda, dan beri warna dengan kuas menurut pola gambar yang sudah Anda buat.
4.     Kalau sudah jadi keringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari.
5.    Kaleng-kaleng cantik ini bisa untuk tempat pensil, celengan, hiasan, ataupun sebagai souvenir ulang tahun.
























     




1 komentar:

Alif Bhakti mengatakan...

Hallo kita ada juga nih artikel tentang 'Sampah Anorganik' silahkan kunjungi dan dibaca. Ini linknya;
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/596/1/Unlock-Teddy_doddy_59-69.pdf
Thank you.
Semoga bermanfaat.

Poskan Komentar

Rabu, 31 Oktober 2012

Sampah Organik & Anorganik

Diposkan oleh amara maharani di 04.50


NAMA              :Merna Maharani
NO                  :22
KELAS           :XI IPS-1


                           SAMPAH ORGANIK & NON ORGANIK


Sampah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

1    1.)  Sampah Organik  (dapat diuraikan)
yaitu: Sampah yang berasal dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dalam proses alami.
                                                Sampah organik dibagi dua yaitu :
v  Sampah organik basah.
                         Istilah sampah organik basah dimaksudkan sampah mempunyai kandungan air yang cukup tinggi. Contohnya kulit buah dan sisa sayuran.

v  Sampah organik kering.
                           Sementara bahan yang termasuk sampah organik kering adalah bahan organik lain yang kandungan airnya kecil. Contoh sampah organik kering di antaranya kertas, kayu atau ranting pohon, dan dedaunan kering.

  2.) Sampah Anorganik (tidak dapat diuraikan)
                 yaitu: Sampah yang berasal dari sumber daya alam tak terbarui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan aluminium. Sebagian zat anorganik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya hanya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama.

Sampah jenis ini pada tingkat rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik, dan kaleng.



 PENGOLAHAN SAMPAH

  1. Pemilahan yaitu, memisahkan menjadi kelompok sampah organik dan non organik dan ditempatkan dalam wadah yang berbeda.



2.Pengolahan dengan menerapkan konsep 3R yaitu:
                             a)    Reuse (penggunaan kembali)
                                              yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu yang masih       memungkinkan untuk dipakai [penggunaan kembali botol-botol bekas].

b)    Reduce (pengurangan)
       yaitu berusaha mengurangi segala sesuatu yang dapat menimbulkan sampah serta mengurangi sampah-sampah yang sudah ada.

c)    Recycle (daur ulang)
    yaitu menggunakan sampah-sampah tertentu untuk diolah menjadi barang yang lebih berguna.

2  3.    Untuk sampah yang tidak dapat ditangani dalam lingkup sekolah, dikumpulkan ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang telah disediakan untuk selanjutnya diangkut oleh petugas kebersihan ke Tempat Pembuangan Akhir(TPA).


CARA MENGOLAH SAMPAH ORGANIK
          Untuk Pupuk Kompos
Ø  Bahan:
1. Jerami kering, daun-daun kering, sekam, serbuk gergaji, atau bahan organik apa saja yang dapat difermentasi (20 bagian).
2. Kompos yang sudah jadi (2 bagian).
3. Dedak 1 bagian.
4. Dectro disesuaikan dengan dosis (5 sendok makan).
5. Air disesuaikan dengan dosis (20 liter).

Ø  Cara Membuat
1. Cacah atu giling bahan baku kompos hingga agak halus, lalu campurkan dengan    dedak dan kompos yang sudah jadi.
2. Larutkan Dectro ke dalam air.
3. Siramkan secara merata larutan Dectro ke dalam campuran bahan baku sampai kadar airnya mencapai 45-50%.
4. Tumpuk campuran bahan baku tersebut di atas ubin yang kering dengan ketinggian 30-35 cm, lalu tutup menggunakan karung goni.
5. Pertahankan temperatur 40-600 C.
6. Setelah 24 jam, kompos aktif ekspres selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.


CARA MENGOLAH SAMPAH ANORGANIK

1)    Sampah Kertas
           Sampah kertas bisa dikumpulkan menjadi satu bagian yang dipisahkan dari sampah lainnya. Entah selanjutnya dibuang ke tempat sampah atau dijual ke tukang loak, minimal kita sudah memudahkan langkah para pengelola sampah untuk melakukan pengolahan tingkat lanjut.
 Kumpulan sampah kertas bisa dibuat berbagai macam jenis kerajinan tangan, seperti topeng, patung, dan kertas daur ulang. Nilai jual sampah kertas daur ulang jauh lebih tinggi dari sekadar sampah kertas biasa. Kertas daur ulang bisa dijual ke pengrajin sebagai bahan pembuat kerajinan tangan, atau Anda sendiri yang membuat karya seni yang menghasilkan.



2)    Sampah Kaleng
         Banyak sekali kemasan kaleng yang digunakan untuk barang-barang keperluan sehari-hari. Sementara sumber daya tambang tidak dapat diperbaharui, jika bisa pun butuh waktu ratusan bahkan ribuan tahun untuk membentuknya. Suatu saat bahan tambang tersebut akan habis dieksplorasi. Oleh karena itu, akan bijak jika kita ikut andil dalam gerakan menyukseskan daur ulang. Kaleng baja 100% dapat didaur ulang karena siklus hidupnya tidak akan pernah berakhir.Perlakuan kaleng bekas tergantung jenis kegunaan wadahnya. Kaleng bekas wadah makanan memiliki tutup yang cenderung tajam, sebaiknya bagian itu dimasukkan ke arah dalam, lalu digepengkan untuk menghemat ruang di tempat sampah. Kaleng cat harus dibersihkan dari sisa-sisa catnya dengan kertas koran dan biarkan kering, kemudian digepengkan. Kertas kaleng minyak goreng juga begitu. Kaleng yang mengandung aerosol, seperti parfum dan cat semprot harus ditangani hati-hati, jangan ditusuk atau digepengkan. Untuk kaleng drum bisa dimanfaatkan sebagai tempat sampah atau pot.



3)    Sampah Botol
                     Botol beling memiliki nilai tinggi, apalagi masih utuh. Jika sudah tidak utuh akan didaur ulang lagi bersama dengan berbagai jenis kaca lainnya untuk dicetak menjadi botol baru. Harga sampah botol bekas minuman lebih rendah karena bentuknya khusus sehingga pembelinya terbatas perusahaan minuman itu. Botol kecap lebih mahal karena banyak produk yang bisa dikemas dengan botol itu. Usaha botol bekas juga memberi peluang kerja bagi ibu-ibu sebagai pencuci botol.



4)    Sampah Plastik

   Saat ini sudah banyak kerajinan yang dibuat dengan bahan dasar sampah plastik seperti tas, dompet, cover meja, dan tempat tisu.







            
5)    Sampah B3 (Limbah Berbahaya dan Beracun)
              Limbah B3 ternyata bisa menghasilkan uang. Cairan cuci cetak film (fixer), bisa menghasilkan perak murni. Memang diperlukan pengetahuan proses kimia yang memadai karena melibatkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dan beracun.

6)    Sampah Kain
               Sampah kain bisa digunakan untuk cuci motor atau sebagai bahan baku kerajinan. Pakaian yang sudah tidak terpakai, tapi masih layak pakai bisa disumbangkan kepada yang membutuhkan, atau dijual dengan harga miring. Sisa kain atau kain perca juga dimanfaatkan untuk banyak aplikasi bisa selimut, sandal,asesoris,tutup dispenser, magic jar, dan lainnya.






 Ø  Misalnya untuk Kerajinan Tangan

Bahan :
1.    Kaleng bekas
2.    Cat minyak warna putih
3.    Cat minyak warna-warni
4.    Kuas untuk melukis
5.    Pensil

Cara Membuat :
1.    Bersihkan kaleng terlebih dahulu, kemudian netralkan warna bagian luar kaleng dengan cat minyak warna putih, untuk mempermudah membuat pola gambar.
2.     Lalu keringkan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari.
3.    Setelah cat kering, buatlah gambar di permukaan kaleng dengan pensil sesuai dengan kreatifitas Anda, dan beri warna dengan kuas menurut pola gambar yang sudah Anda buat.
4.     Kalau sudah jadi keringkan dengan cara dijemur dibawah sinar matahari.
5.    Kaleng-kaleng cantik ini bisa untuk tempat pensil, celengan, hiasan, ataupun sebagai souvenir ulang tahun.
























     




1 komentar on "Sampah Organik & Anorganik"

Alif Bhakti on 18 Oktober 2013 16.57 mengatakan...

Hallo kita ada juga nih artikel tentang 'Sampah Anorganik' silahkan kunjungi dan dibaca. Ini linknya;
http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/596/1/Unlock-Teddy_doddy_59-69.pdf
Thank you.
Semoga bermanfaat.

Poskan Komentar

.

About Me

Foto Saya
amara maharani
Lihat profil lengkapku